Budi Ashari
Khutbah Iedul Fitri 1431 H
Kamis, 02 September 2010 23:27
Ditulis oleh Budi Ashari

Khutbah Idul Fitri 1431 H ; Ramadhan Kunci Kebesaran Muslimin

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ وَِللهِ اْلحَمْدُ

إِنَّ اْلحَمْدُ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِناَ وَمِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِناَ مَنْ يَهْدِ اللهِ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الذِّي لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَه وَوَلاَّهُ إِلىَ يَوْمِ لِقَاءِ اللهِ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (آل عمران: 102)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء: 1)

أَمَّا بَعْدُ:

Satu bulan Ramadhan telah kita isi dengan ketaatan. Hanya bagi Allah segala puji, atas semua kesempatan ini. Hanya bagi Allah kembalinya seluruh nikmat, atas ketaatan kita yang mengisi hari-hari Ramadhan. Hanya bagi Allah semua keagungan, atas hari yang fitri ini. Segala puji hanya bagi Allah yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua keshalihan.

Semoga setiap kita telah diampuni. Semoga setiap kita telah dicatat amal kebaikannya. Semoga setiap kita telah kembali menjadi mukminin yang muttaqin.

Shalawat dan salam semoga terhatur kepada manusia terbaik, pemimpin umat dan teladan sejati, Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Yang hanya dengan 9 kali Ramadhan, beliau telah mendidik para shahabat dan melahirkan generasi terbaik sepanjang zaman. Di tangan merekalah, bumi kembali menemui rahmat dan penghuninya merasakan hidup di bawah indahnya naungan Islam. Tidak ada bumi yang mereka masuki, kecuali Allah berikan wilayah itu kepada mereka untuk dimakmurkan, disejahterakan dan ditegakkan keadilannya. Muadz ke Yaman, Allah serahkan Yaman kepada Muadz. Amr bin Ash ke Mesir, Allah serahkan Mesir kepada Amr bin Ash. Saad bin Abi Waqqash ke Iran, Allah serahkan Iran berikut Irak kepada Saad bin Abi Waqqash.

Umar bin Khattab yang memerintah selama 10 tahun (13H - 23H) melakukan perluasan wilayah muslim hingga mencapai Libya di ujung barat, Samarkand di ujung timur, Yaman di ujung selatan dan perbatasan Turki di ujung utara. Semua orang bersaksi saat itu hingga hari ini, inilah salah satu pemerintahan yang benar-benar menebar rahmat bagi sekalian alam. Radhiallahu anhum ajma’in. Begitulah sekilas potret generasi didikan Rasulullah selama 9 kali Ramadhan.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ

Bukankah kini seharusnya kita bertanya. Bukankah semestinya kita berkaca. Sudah berapa Ramadhan kita lewati. Belasan kali? Puluhan kali? Dan mana kebesaran muslimin seperti potret yang kita saksikan di atas. Yang ada justru keadaan muslimin seperti yang digambarkan Rasulullah; seperti di atas meja hidangan yang disantap dari berbagai arah. Innalillahi wa inna ilahi Raji’un. Ya Allah, kami mengadukan keadaan kami kepada-Mu…

Saudara-saudari seiman serta generasi harapan Islam –hafidzakumullah-

Apa yang telah dicapai dengan gemilang oleh generasi Islam lebih dari 1000 tahun. Dan apa yang kita rasakan keterpurukannya hari ini. Sejalan dengan modal besar Ramadhan. Modal besar yang mengawali bulan mulia ini. Sekaligus modal besar kebesaran muslimin. Modal besar itu adalah iman. Bukankah Ramadhan hanya memanggil orang-orang beriman?

Mari kita telusuri ayat per ayat dan kita renungi. Betapa dahsyatnya iman sebagai kunci kebesaran muslimin.
•    Iman adalah syarat utama bagi keberlangsungan persaudaraan yang indah,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

 

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Qs. Al-Hujurat: 10)
•    Iman yang menjamin terjaganya diri kita dari dosa,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ...

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ...


“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya…” (Qs. An-Nur: 30)
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya…”(Qs. An-Nur: 31)
•    Iman yang akan menjaga diri dan keluarga kita dari api neraka,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (Qs. At-Tahrim: 6)
•    Iman yang akan mengumpulkan kita dan keluarga di Surga Allah,

وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka (dalam Surga)…(Qs. Ath-Thur: 21)

•    Iman yang membuat sebuah negeri akan diberkahi,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (Qs. Al-A’raf: 96)


•    Dan Iman pula yang membuat muslimin berkuasa di muka bumi,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Qs. An-Nur: 55)

 

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ

Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Dan renungilah kembali, mana dari sekian janji di atas yang kini kita miliki. Kalau tidak, maka pasti karena syarat yang belum kita penuhi. Syarat utamanya adalah iman.
Ayat berikut ini menggambarkan dengan jelas menggunakan angka. Untuk mengukur iman kita.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ...

الْآَنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِئَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ...

 

 

“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh…” (Qs. Al-Anfal: 65)
“Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir…” (Qs. Al-Anfal: 66)

Pada dua ayat di atas, tersebut dengan jelas bahwa muslimin dahulu lebih hebat. Sehingga dengan 1:10, muslimin bisa menang. Tetapi, Allah Maha Tahu bahwa kita semakin lemah. Sehingga diringankan menjadi 1:2. Jika ada satu orang beriman yang sabar, maka dia bisa mengalahkan 2 orang kafir.

Tetapi mari kita renungi keadaan muslimin hari ini. Penguasa bumi sesungguhnya hari ini adalah yahudi. Jumlah mereka di dunia ini, hanya sekitar 15 juta orang saja. Sementara jumlah muslimin mencapai 1,5 Miliar. Fantastik! Bagaimana mungkin, 100:1; seratus muslim banding hanya 1 yahudi, muslimin tidak bisa menang. Astaghfirullahal ‘adzim, seburuk inikah iman kita hari ini...

Saudara-saudari seiman serta generasi harapan Islam –hafidzakumullah-

Ramadhan adalah bulan yang dimulai seruannya untuk orang beriman. Dan seluruh ketaatan di sepanjang hari-hari Ramadhan adalah untuk menebalkan keimanan, karena keimanan akan bertambah dengan ketaatan.

Kita telah melaksanakan Ramadhan, sebagaimana generasi terbaik dahulu. Tetapi mengapa hasilnya berbeda.

Kita memang masih harus mengakui bahwa Ramadhan kita belum seistimewa Ramadhan para shalafus shalih. Tetapi selain itu, masalah hari ini adalah berhentinya nilai Ramadhan hanya di Bulan Ramadhan.

Shiyam, Qiyam, membaca al-Qur’an, memakmurkan masjid, shadaqah, shalat berjamaah, manajemen waktu muslim ala Ramadhan dan sebagainya adalah nilai-nilai Ramadhan yang harus terus lestari hingga di 11 bulan ke depan. Sampai Allah menaqdirkan kita berjumpa kembali dengan Ramadhan berikutnya.

Jika keadaan kita sepanjang tahun seperti keadaan kita di Ramadhan, maka kita akan mengulangi kebesaran yang pernah diraih oleh generasi muslimin terbaik dahulu, biidznillah.

 

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ

Inilah hari fitri yang merupakan hari pembuktian pertama apakah nilai Ramadhan kita bisa kita pertahankan.

Di antara tugas pertama untuk kita pertahankan adalah sabda Nabi berikut ini:

 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّال كَانَ كَصَوْمِ الدَّهْرِ

“Siapa yang puasa Ramadhan dan diikuti dengan puasa 6 hari di Bulan Syawwal, maka bernilai puasa setahun.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)

Inilah hari fitri yang merupakan hari pembuktian pertama apakah nilai Ramadhan kita bisa kita pertahankan.
Di antara tugas pertama untuk kita pertahankan adalah sabda Nabi berikut ini :

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ, حَمْدًا يُوَافيِ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّناَ لَكَ اْلحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ اْلكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ وَنَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفَوًا أَحَدُ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَناَ وَرُكُوْعَناَ وَسُجُوْدَناَ وَتِلاَوَتِناَ وَدُعَاءِناَ وَتَضَرُّعَناَ وَجَمِيْعَ أَعْمَالِناَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

رَبَّناَ هَبْ لَناَ مِنْ أَزْوَاجِناَ وَذُرِّياَتِناَ كُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْناَ لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إَلَيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

رَبَّناَ أَوْزِعْناَ أَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيْناَ وَعَلىَ وَالدِيْناَ وَأَنْ نَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْناَ بِرَحْمَتِكَ فِي عِباَدِكَ الصَّالِحِيْنَ

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلىَ ذِكْرِكَ وَشُكِرَكَ وَحُسْنِ عِباَدَتِكَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلىَ اْلمُرْسَلِيْنَ

وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

سُبْحَانَكَ اللهُ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْـفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

َوالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ